PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI INDONESIA SEJAK ORDE BARU SAMPAI REFORMASI

  1. Sistem Informasi dan Komunikasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, system berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Informasi adalah data yang diperoleh sehingga mempunyai arti dan nilai.

Meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan membawa dampak positif baik untuk meningkatkan ekonomi nasional maupun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berikut tujuan pembangunan informasi dan komunikasi :

  1. Memperlancar penyebarluasan informasi pembangunan dan hasilnya
  2. Mempercepat kegiatan siaran
  3. Memajukan pendidikan dan kebudayaan
  4. Memperlancar pembukaan daerah baru dan pembukaan daerah-daerah terpencil
  5. Perkembangan Sistem Informasi dan Komunikasi

Untuk pertama kali sekitar tahun 3000 SM tulisan digunakan sebagai system informasi. Tulisan ini dikenal dengan huruf-huruf piktograf yang ditulis dengan lempengan tanah liat. Kemudian lempengan tanah liat ini diganti dengan kertas yang terbuat dari serat papyrus, sejenis pohon yang tumbuh disekitar sungai Nil. Selanjutnya kertas ditemukan oleh bangsa Cina yang terbuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci yang kemudian diratakan dan dikeringkan. Selama revolusi industry, teknologi percetakan berkembang dengan pesat. Penemuan mesin fotokopi pada tahun 1950 oleh Edwin Land dapat mempermudah penduplikasian dokumen.

Pada masa kekaisaran Roma dan Persia serta komunikasi masyarakat yang lain di Asia mengirim kurir mengikuti rute jalan yang telah direncanakan. Kurir ini ditugasi untuk menyampaikan informasi tentang perdagangan dan militer. Kemudian pengiriman data ini semakin mudah dengan adanya pelayanan pos. Selanjutnya dipermudah lagi dengan penemuan telegraf oleh Samuel Morse pada tahun 1837. Pengembangan teknologi telegraf dan bahasa kode morse dilakukan Samuel Morsebersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Mereka mengirim data secara elektronik dari satu tempat ke tempat yang lain dengan kabel.

Alexander  Graham Bell menemukan telepon. Telegraf dan telepon merupakan system komunikasi jarak jauh dengan mengirim sinyal-sinyal elektrik lewat kabel. Kabel kemudian digantikan dengan gelombang elektromagnetik di udara setelah radio ditemukan. Teknologi radio didasarkan pada penemuan James Clark Maxwell yang mengajukan teori bahwa pentransmisian sinyal-sinyal elektromagnetik tidak membutuhkan kabel tapi dapat menggunakan gelombang elektromagnetik. Gelombang inilah yang diberdayakan dalam system radio. Radio ditemukan pertama kali pada tahun 1895 oleh Guglielmo Marconi.

Penemuan penting lainnya dibidang teknologi informasi dan komunikasi adalah dengan ditemukannya komputer. Komputer telah mengubah aspek kehidupan manusia. Komputer  secara luas telah digunakan dalam berbagai bidang untuk mengontrol alat yang paling sederhana seperti telepon hingga ke mesin yang paling rumit seperti pesawat terbang. Kemajuan dan kemampuan teknologi komputer ini terus meningkat setiap hari.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi pada abad ke 21 adalah dengan ditemukannya internet. Internet dapat diartikan sebagai suatu jaringan komunikasi antar komputer.

  1. Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa

Dalam arti luas satelit adalah suatu benda langit yang secara alamiah berputar mengelilingi planet, seperti setelit yang mengelilingi bumi yang disebut bulan. Sesuai dengan kemajuan teknologi, manusia mampu menciptakan satelit buatan.

Satelit buatan manusia tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut :

  1. Satelit Sumber Daya Alam

Satelit Sumber Daya Alam diluncurkan ke Antariksa dengan tujuan untuk menemukan Sumber Daya Alam yang ada di bumi baik dalam bidang pertanian, perikanan, maupun pertambangan . pada tanggal 17 Maret 1958 diluncurkan satelit Sumber Daya Alam pertama oleh Amerika Serikat (Vanguard I)

  1. Satelit Geodesi

Tujuan satelit geodesi diluncurkan ke Antariksa adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat tentang medan gravitasi bumi, pemetaan permukaan bumi, dan untuk mengamati angkasa luar lebih baik bila dibanding dari bumi. Pada tanggal 25 Mei 1958 Uni Soviet meluncurkan satelit geodesi dengan nama Sputnik III.

  1. Satelit Navigasi

Tujuan satelit navigasi diluncurkan adalah untuk membantu navigasi dalam bidang pelayaran dan pengembangan. Sateli navigasi pertama diluncurkan Amerika Serikat pada tanggal 13 April 1960 dengan nama Transit.

  1. Satelit Meteorologi

Satelit meteorologi diluncurkan ke Antariksa dengan tujuan untuk pengamatan cuaca, musim, angin, awan, dan temperatur. Satelit meteorologi seperti satelit Titos, Ess, dan Nimbos.

  1. Satelit Militer

Satelit Militer diluncurkan ke Antariksa untuk kepentingan militer, dilengkapi dengan penginderaan sinar inframerah. Misal satelit militer yaitu satelit Samos dan satelit Vela. Satelit Samos buatan Amerika berfungsi untuk mengintai dan mengetahui pangkalan-pangkalan militer lawan. Satelit Vela untuk mengetahui ada tidaknya percobaan nuklir secara diam-diam oleh Negara lain.

  1. Satelit Komunikasi

Tujuan satelit komunikasi diluncurkan ke Antariksa adalah untuk kelancaran komunikasi. Amerika Serikat meluncurkan satelit komunikasi yang pertama pada tanggal 10 Juli 1962 dengan nama Telstar I.

Satelit komunikasi dibagi menjadi dua, yaitu satelit pemantau (satelit pasif) yang hanya berfungsi sebagai reflector(pemantau) bagi sinyal-sinyal gelombang mikro yang dipancarkan dari stasiun bumi, dan satelit pengulang (satelit aktif) yaitu satelit yang dapat menerima suatu sinyal dan dapat memperkuat serta memantulkan ulang sinyal tersebut karena memiliki alat pemancar ulang yang disebut transponder.

Satelit-satelit buatan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusai antara lain sebagai berikut :

  1. Mengembangkan industri antariksa untuk mendesain dan membuat perlengkapan ruang angkasa.
  2. Mempermudah dalam menerima pesan mengenai citra cuaca, dengan foto-foto yang dibuat oleh satelit cuaca.
  3. Memancarkan siaran televisi ke seluruh dunia.

Sistem komunikasi yang memanfaatkan teknologi satelit dianggap sebagai cara yang paling tepat untuk mengatasi berbagai persoalan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada tanggal 15 Februari 1975 Indonesia menandatangani pengadaan dua satelit yaitu satu stasiun pengendali utama dan 40 stasiun bumi. Para pakar teknologi komunikasi Indonesia dibantu oleh tenaga ahli dari luar negeri, bekerja sama mengoprasikan teknologi komunikasi modern yang kemudian diberi nama Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa.

SKSD Palapa adalah system satelit komunikasi yang dikendalikan oleh system satelit komunikasi pengendali bumi yang dibuat oleh HAC (Hughes Aircraff Company) perumtel Indonesia. Nama palapa ini diambil dari Sumpah Palapa Gajah Mada yang akan  mempersatukan nusantara. SKSD Palapa dibangun pada tahun 1974-1976.

Fungsi dari SKSD Palapa adalah sebagai berikut.

  1. Hubungan komunikasi antar daerah, antar Negara lebih mudah.
  2. Mempererat penyebaran informasi melalui televisi, internet, facsimile.
  3. Mempermudah komunikasi telepon SLI, SLJJ, STO (Sentral Telepon Otomat).
  4. Sebagai satelit penghubung (repeater).

Untuk mengendalikan satelit Palapa telah dibangun beberapa stasiun dibumi. Stasiun tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Stasiun Bumi Lintas Utama (SLU) di ibukota provinsi
  2. Stasiun Pengendali Utama (SPU) di Cibinong, Jakarta
  3. Stasiun bumi lintas tipis dengan TV yang terdapat di daerah terpencil seperti Bengkulu, Biak, dan Pangkal  Pinang
  4. Stasiun bumi lintas tipis dan tanpa TV di daerah lebih terpencil lagi seperti Ternate, Fak Fak, dan Manokwari.
  5. Teknologi informasi
    1. Media Cetak

Merupakan media informasi pertama yang digunakan manusia pada awal peradabannya.

Pada tahun 1855 teknologi percetakan meluncurkan mingguan yang berbahasa Jawa yakni Bromartani di Surabaya yang diedit oleh G.F.Winter, yang memuat berita-berita lokal tentang kelahiran, kematian, perdagangan, pelelangan, deklarasi pemerintah, pertumbuhan pertanian, dan kutipan sastra.

Pada awal abad ke 20, pers sebagai komuditas industri mengalami perkembangan yang cukup baik, terlihat dari fenomena lahirnya berbagai penerbit surat kabar Pewarta Menado dan Sinar Matahari. Di Kalimantan terbit Pewarta Borneo.

Pada zaman Jepang, komunikasi sosial dikendalikan oelh angkatan orang Jepang. Isi surat kabar sesuai dengan kehendak Jepang. Surat kabar yang terbit berada dibawah pengawasan Jawa Shinbunkai yang mengatur isi, bentuk, jumlah, maupun daerah peredarannya.

Pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1948 tercatat kurang lebih 120 surat kabar berbahasa Indonesia, Cina, Inggris, dan Belanda terbit baik di Jakarta maupun di daerah.

Pada masa demokrasi terpimpin penerbitan surat kabar harus mendapat surat izin terbit dan surat izin cetak.

Pada masa orde baru berfungsi sebagai parlemen yang menyalurkan aspirasi dan opini KAMI/KAPPI kepada masyarakat. Undang-undang No 11 tahun 1966, menyebutkan bahwa pers nasional berfungsi sebagai alat refolusi dan merupakan media masa yang bersifat aktif, dinamis, kreatif, edukatif, informative, dan mempunyai fungsi sebagai pendorong serta pemupuk daya pikiran kritis dan progresif.

  1. Media Elektronik
    1. Radio

Sebelum menjadi media komunikasi seperti sekarang radio telah mengalami perkembangan yang cukup lama.

Pada perang dunia pertama, pengembangan pesawat radio terhambat. Pada tahun 1933 mulai dilakukan lagi usaha penyempurnaan radio siaran oleh Prof.E.H.Amstrong dari Universitas Columbia.

Di Indonesia siaran radio diperkenalkan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1934. Diluar Jawa, tahun 1938 radio siaran baru muncul. Perkembangan radio di Indonesia mengalami kemunduran pada masa pendudukan Jepang, karena pemerintah Jepang mengatur siaran radio secara ketat. Perkembangan radio pada awal kemerdekaan ditandai dengan belum terorganisasinya radio siaran dengan baik. Oleh karena itu, orang-orang yang berkecimpung dibidang radio menganggap penting untuk membuat organisasi radio siaran.

Pada awal berdirinya, RRI (Radio Republik Indonesia) memiliki 8 stasiun yan gterdapat di delapan kota di Jawa. Selain RRI diselenggarakan pula siaran radio oleh pihak swasta. Dampak siaran radio dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yaitu sebagai media informasi, media hiburan, menyiarkan suatu peristiwa secara langsung dan cepat, alat penyuluhan kepada masyarakat secara langsung, media untuk mempertahankan budaya daerah, dan perubahan sosial.

  1. Televisi

Menjelang tahun 1960-an, hampir seluruh Negara (termasuk Indonesia) merintis untuk memiliki jaringan televisi. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Penerangan No. 20/E/M/1961 dibentuk Panitia Persiapan Pembangunan Televisi Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No.215/1963, dibentuk yayasan TVRI yang berlaku sejak tanggal 20 Oktober 1963. Dengan kondisi yang terbatas, lahirlah televisi siaran pada tanggal 24 Agustus 1962 dengan jangkauan siaran yang masih sangat terbatas.

Setelah diluncurkan SKSD Palapa pada tahun 1976, siaran televisi mulai mengalami perkembangan. Pada saat yang bersamaan pemilik televisi pun ikut mengalami peningkatan. Berdasarkan data pada tahun 1969, diperkirakan terdapat 65.000 unit pesawat televisi dan pada tahun 1984 terus meningkat hingga mencapai angka tujuh juta pemilik televisi. Sebagai media massa, televise memiliki unsur-unsur karakteristik yaitu sebagai berikut.

  1. Tidak bersifat alamiah, tetapi selalu tersusun, dibentuk, dan direncanakan, bahkan melalui wadah organisasi.
  2. Kegiatannya terarah dan bertujuan sehingga merupakan hal yang direncanakan, bahkan melalui wadah organisasi.
  3. Komunikator sering kali tidak hanya satu orang individu saja, melainkan kolektivitas.
  4. Karena sifatnya yang diorganisasikan, kegiatan televise tidak bersifat personal, tetapi berlangsung dalam jangkauan komunikasi yang luas dan dikerjakan dalam bentuk jamak serta missal.

Televisi memberikan dampak baik positif maupun negative.

  1. Dampak Positif

–          Menambah wawasan di bidang politik, ekonomi, social, dan budaya

–          Menambah pendidikan dan pengetahuan

–          Mengomunikasikan hasil-hasil pembangunan

  1. Dampak Negatif

–          Penjajahan informasi dari Negara terhadap Negara lain

–          Budaya konsumerisme dan konsumtif

2 thoughts on “PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI INDONESIA SEJAK ORDE BARU SAMPAI REFORMASI

  1. Radio dan TV merupkn media informasi bagi masy. Namun kenp dewasa ini radio dikalangan remaja relatif kurang dimanfaatkan. Malah sekrang menggunkan media elektronik lainnya yg lgsung bisa dilihat dgn mata telanjang dibanding radio yg tdk dpt dilihat. Petanyaan:
    1. Apa penyebab berkurang nya remaja menggunkan media informasi dikalngan remaja?
    2 mengapa TV dampak negatif lebih besar drpada dampak positif?
    Terima kasih pak.

    • jawab:
      1. berkurangnya minat remaja dalam menggunakan media informasi seperti radio dikarenakan saat ini banyak media informasi yang lebih mudah digunakan dan informasi yang diperoleh lebih luas dan lengkap seperti salah satunya internet.
      2. dikarenakan saat ini penayangan siaran di televisi lebih banyak menampilkan tayangan yang merusak moral seperti misalnya sinetron yang menampilkan kriminalitas dan pornografi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s