MORFOLOGI BAHASA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Kegiatan berbahasa manusia selain secara lisan juga melalui tulisan. Dalam berbahasa diperlukan berbagai jenis kata yang tentunya memiliki makna yang benar dan dapat dimengerti. Untuk mendapatkan makna yang berbeda (baru) dan mudah dimengerti tentunya dilakukan perubahan suatu bentuk (asal) kata menjadi bermacam-macam bentuk. Tanpa perubahan bentuk ini, maka kata yang berbeda tidak akan terbentuk. Untuk dapat lebih memahami perubahan bentuk, dapat dipelajari melalui ilmu tata bahasa yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya. Yang sering disebut ”Morfologi” . Melalui laporan ini kami akan membahas tentang perubahan bentuk kata dan bentuk bahasa yang terkecil yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya (Morfem).

1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan Latar belakang di atas, masalah yang akan kami bahas dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.2.1 Pengertian morfologi
1.2.2 Morfem
1.2.3 Kata dasar dan kata berimbuhan

1.3 TUJUAN PENULISAN
Segala sesuatu yang dilakukan oleh seseorang pada umumnya pasti mempunyai tujuan tertentu. Dalam penyusunan karya tulis ini kami mempunyai tujuan sesuai dengan apa yang kami bahas yaitu untuk lebih memahami proses morfologi serta menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya.

1.4 METODE PENULISAN
1.4.1 Metode Pengumpulan Data
-Metode interview
Metode ini ialah suatu metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan secara lengsung atau sering disebut metode wawancara.
1.4.1 Metode Penulisan Laporan
– Metode Deskriptif
Metode ini ialah metode pengolahan data dengan cara mencatat kembali data yang telah ada ( Buku Bunga Rampai Ebtanas Bahasa Indonesia SMP).
Kami menggunakan metode ini agar terbukti kebenaran dari yang kami baca dan catat sesuai dengan apa adanya.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Morfologi
Morfologi atau tata bentuk adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal. Dengan kata lain, morfologi mempelajari dan menganalisis struktur, bentuk, dan klasifikasi kata-kata. Jadi dapat disimpulkan bahwa, Morfologi ialah ilmu tata bahasa yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya.

1. Morfem
Morfem ialah bentuk bahasa yang terkecil yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya.

1.1 Pembagian morfem
Berdasarkan bentuknya morfem di bagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Morfem bebas, ialah morfem yang dapat berdiri sendiri. Suatu morfem bebas telah dapat disebut sebagai kata.
Contoh: pergi, lari, kursi, kerja, dan lain-lain.
b. Morfem terikat, ialah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan selalu melekat pada morfem bebas. Morfem terikat dapat dibeda-bedakan lagi menurut fungsinya, ada yang berfungsi untuk membentuk kata kerja, ada yang bertugas untuk membenuk kata benda, ada pula yang digunakan untuk membentuk kata sifat.
Contoh: me-, ber-, pe-, -kan, -an, -i, dan lain-lain.
Dalam tata bahasa Indonesia morfem dasar atau morfem bebas itu disebut kata dasar, sedangkan morfem terikat disebut imbuhan.

2. Kata Dasar dan kata berimbuhan
1.1 Pengertian kata
Kata ialah bagian yang terkecil dari suatu kalimat yang dapat berdiri sendiri dan bermakna.

1.2 Pembagian kata
Berdasarkan bentuknya, kata dibagi dua macam, yaitu:
a. Kata dasar, ialah kata yang belum mendapatkan imbuhan atau belum mendapatkan perubahan dari bentuk aslinnya. Kata dasar berdiri sendiri dan merupakan morfem bebas. Kata dasar dapat dibagi lagi menjadi :
1. Kata dasar primer
Kata dasar yang asli dalam Bahasa Indonesia dan cenderung bersuku 2.
Contoh: duduk, lari, sakit, dan lain-lain.
2. Kata dasar sekunder
Kata dasar yang cenderung bersuku lebih dari 2 suku kata.
Contoh: jendela, ketua, kepala, dan lain-lain.
b. Kata jadian, ialah kata yang sudah mengalami perubahan karena mendapat imbuhan, perulangan, dan penggabungan.
Contoh: makanan, berlari, duduk-duduk, pelajaran.

1.3 Kata berimbuhan
Kata berimbuhan ialah kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Proses melekatnya imbuhan (afiks) pada kata dasar disebut afiksasi. Berdasarkan imbuhan yang ditambahkan pada kata dasar, kata berimbuhan dibagi sebagai berikut:
a. Kata yang mendapat awalan atau perfiks ( me-, ber-, di-, pe-, ter-)
Contoh: menangis, berlari, dipukul, petani, terjatuh, dan lain-lain.
b. Kata yang mendapat sisipan atau infiks (-el-, -er-, -em-)
Contoh: geletar, jemari, gelembung, dan lain-lain.
c. Kata yang mendapat akhiran atau sufiks (-i, -an, -kan)
Contoh: pukuli, makanan, ambilkan.
d. Kata yang mendapatkan awalan dan akhiran secara serentak atau mendapat konfiks (ke-an, per-an)
Contoh: kedudukan, pelajaran, dan lain-lain.
e. Kata yang mendapat awalan dan akhiran secara bertahap (me-kan, di-kan, pe-i, me-i, mem-per-kan, mem-per-i, di-per-i, di-per-kan)
Contoh: melarikan, diambilkan, pelajari, memperhatikan, diperhatikan, dan lain-lain.

BAB III
PENUTUP
1.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kami ambil dari karya tulis ini adalah dalam Morfologi (tata bentukan) dipelajari bentuk kata dan perubahan-perubahannya yang diselidiki melalui morfem( bentuk bahasa yang terkecil yang menyelidiki bentuk kata dan perubahan-perubahannya). Untuk dapat lebih mudah menyelidiki bentuk kata dan perubahannya morfem dibagi menjadi 2 yaitu : morfem bebas dan morfem terikat.
Morfem bebas dapat disebut kata karena dapat berdiri sendiri sedangkan morfem terikat dapat disebut imbuhan karena tidak dapat berdiri sendiri dan selalu melekat pada morfem bebas. Kata yang sudah mendapat imbuhan disebut kata berimbuhan. Kata berimbuhan dapat dibagi lagi atas :
-Kata yang mendapat awalan atau perfiks ( me-, ber-, di-, pe-, ter-)
-Kata yang mendapat sisipan atau infiks (-el-, -er-, -em-)
-Kata yang mendapat akhiran atau sufiks (-i, -an, -kan)
-Kata yang mendapatkan awalan dan akhiran secara serentak atau mendapat konfiks (ke-an, per-an)
-Kata yang mendapat awalan dan akhiran secara bertahap (me-kan, di-kan, pe-i, me-i, mem-per-kan, mem-per-i, di-per-i, di-per-kan)

1.2 SARAN
1. Dalam mempelajari Morfologi diperlukan pemahaman khusus tentang susunan bagian-bagian kata.
2. Adanya pengetahuan khusus untuk dapat menganalisis struktur, bentuk, dan klasifikasi kata-kata.
3. Rajin melatih diri untuk mempelajari morfologi agar dapat memahaminya.

DAFTAR PUSTAKA
S. Tanjung, Dra., Bunga Rampai Ebtanas Bahasa Indonesia SMP, Klaten: Intan Pariwara.
Syamsul Hidayat ,Moh., Inti Sari Kata Bahasa Indonesia, Surabaya: Apollo Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s