MAKALAH POLA MAKAN YANG DIKAITKAN DENGAN KESEHATAN GINJAL DAN HATI

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “ POLA MAKAN YANG DIKAITKAN DENGAN KESEHATAN GINJAL DAN HATI” .

Sebagai manusia biasa, penulis tidak luput dari kesalahan baik dari segi tekhnik penulisan maupun tata bahasa. Tetapi walaupun demikian penulis berusaha sebisa mungkin menyelesaikan makalah meskipun tersusun sangat sederhana.

Kami menyadari tanpa kerja sama antara guru pembimbing dan penulis serta beberapa kerabat yang memberi berbagai masukan yang bermanfaat bagi penulis demi tersusunnya makalahini. Untuk itu penulis mengucapakan terima kasih kepada pihak yamg tersebut diatas yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan saran demi kelancaran penyusunan karya ilmiah ini.

Demikian semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Kami mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangu

Negara,     Februari 2012

 

Penulis

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Semua orang tahu bahwa ginjal dan hati merupakan organ penting manusia. Tetapi tak banyak orang yang mengenal ginjal dan hati secara mendalam. Hal ini disebabkan tingkat kepedulian masyarakat untuk mengetahui ginjal dan hati yang memiliki kontribusi besar dalam tubuh manusia itu masih rendah. Ambil saja salah satu contohnya seperti, bila kita berbicara tentang ginjal masih banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan ginjalnya, tahu-tahu divonis harus melakukan cuci darah. Pada keadaan itu, barulah baik penderita maupun keluarga sibuk mencari informasi mengenai penyakit ini dan berusaha setengah mati untuk tidak melakukan cuci darah tersebut. Padahal kalau sudah divonis cuci darah, maka tidak ada tindakan lain. Kita tidak hanya perlu mengetahui pentingnya hati dan ginjal bagi tubuh, tetapi kita juga harus mengetahui bagaimana cara menjaga agar organ yang memiliki peran penting tersebut terhindar dari penyakit – penyakit yang nantinya juga dapat mempengaruhi kerja organ lain di dalam tubuh. Untuk menjaga hati dan ginjal sangat di perlukan pola hidup sehat khususnya pola makan yang sehat. Dengan adanya hal-hal tersebut maka kami memilih “POLA MAKAN YANG DIKAITKAN DENGAN KESEHATAN GINJAL DAN HATI” sebagai judul makalah ini agar para pembaca dan pemakalah khususnya dapat mempelajari bagaimana pola makan yang baik untuk menjaga kesehatan ginjal dan hati.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Bagaimana anatomi Ginjal pada manusia.

1.2.2 Apa saja jenis penyakit yang dapat menyerang ginjal?

1.2.3 Bagaimana pola makan yang berkaitan dengan kesehatan ginjal?

1.2.4 Bagaimana anatomi hati manusia?

1.2.5 Apa saja jenis penyakit yang dapat menyerang hati?

1.2.6 Bagaimana pola makan yang berkaitan dengan kesehatan hati?

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut:

1.3.1 Memperoleh informasi mengenai anatomi Ginjal pada manusia.

1.3.2 Memperoleh informasi mengenai jenis penyakit yang dapat menyerang ginjal. 1.3.3 Memperoleh informasi mengenai pola makan yang berkaitan dengan  kesehatan ginjal.

1.3.4 Memperoleh informasi mengenai anatomi hati manusia.

1.3.5 Memperoleh informasi mengenai jenis penyakit yang dapat menyerang hati. 1.3.6 Memperoleh informasi mengenai pola makan yang berkaitan dengan kesehatan hati.

1.4 MANFAAT

Adapun manfaat penulisan karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1.4.1 Dapat mengetahui anatomi Ginjal pada manusia.

1.4.2 Dapat mengetahui jenis penyakit yang dapat menyerang ginjal.

1.4.3 Dapat mengetahui pola makan yang berkaitan dengan kesehatan ginjal.

1.4.4 Dapat mengetahui anatomi hati manusia.

1.4.5 Dapat mengetahui jenis penyakit yang dapat menyerang hati.

1.4.6 Dapat mengetahui pola makan yang berkaitan dengan kesehatan hati. 1.5 METODE PENULISAN

1.5.1 Metode deduktif Dengan cara mengambil kesimpulan khusus dari kesimpilan umum yang diperoleh.

1.5.2 Metode Induktif Dengan cara mengambil kesimpulan umum dari kesimpulan – kesimpulan khusus yang diperoleh.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Anatomi Ginjal Pada Manusia

2.1.1 Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

2.1.2 Letak

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal) . Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

2.1.3 Struktur detail

Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

2.1.4 Bagian – bagian Ginjal

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula. Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urine. Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen. Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus

2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar

3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular. Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

2.2 Penyakit Yang Dapat Menyerang Ginjal

• Asidosis tubulus renalis Pada penderita penyakit ini, bagian dari ginjal yang bernama tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam urin. Akibatnya terjadi penimbunan asam dalam darah, yang mengakibatkan terjadinya asidosis, yakni tingkat keasamannya menjadi di atas ambang normal. Dokter tidak dapat memastikan penyebab ATR. Namun diduga penyakit ini disebabkan faktor keturunan atau bisa timbul akibat obat-obatan, keracunan logam berat atau penyakit autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik atau sindroma Sjögren. Sementara ini penanganan ATR baru sebatas terapi untuk mengontrol tingkat keasaman darah, yaitu dengan memberikan obat yang mengandung zat bersifat basa (alkalin) secara berkala (periodik), sehingga tercapai tingkat keasaman netral, seperti pada orang normal.

• Batu ginjal Batu Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

• Renal cell carcinoma Hipernefroma (bahasa Inggris: Renal cell carcinoma, RCC, hypernephroma) adalah bentuk kanker yang muncul dari bagian ginjal yang disebut tubulus renal proksimal. Jenis paling umum kanker ginjal pada dewasa, bertanggungjawab atas sekitar 80% kasus yang muncul. Perawatan awal adalah melalui nefrektomi radikal atau parsial dan didukung oleh perawatan yang membantu. Ketika tumor ini terbatas pada parenkima renal, kemungkinan selamat 5 tahun adalah 60-70%, tapi ini dianggap rendah dimana metastase menyebar. Tahan terhadap terapi radiasi dan kemoterapi, meskipun sejumlah kasus merespon pada imunoterapi. Terapi kanker seperti sunitinib, temsirolimus, bevacizumab, interferon-alpha, dan mungkin sorafenib telah membuktikan pencegahan RCC, meskipun buktinya belum didemonstrasikan.

• Pyelonephritis adalah infeksi ginjal dan seringkali disebabkan oleh komplikasi infeksi urinary tract

• Gagal ginjal akut Gagal ginjal akut (bahasa Inggris: acute kidney injury, acute renal failure, acute tubular necrosis, ARF, ATN, AKI) adalah kelainan ginjal yang kompleks hingga belum ada definisi baku yang diterima bidang kedokteran hingga saat ini. Simtoma AKI meliputi penurunan drastis laju filtrasi glomerular yang disertai dengan peningkatan urea dan kreatinina dalam darah. Menurut etiologi, AKI terbagi menjadi 3 kategori besar yaitu, penurunan aliran darah renal dengan azotemia dan oliguria, cedera parenkimal renal, terhambatnya aliran ekskresi air seni.

• Gagal ginjal kronis Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

• Nefritis Nefritis adalah suatu radang pada glomeruli yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Radang tersebut menyebabkan glomeruli tidak dapat menyaring darah sehingga bahan-bahan buangan tetap ada di dalam darah.

2.3 Pola Makan Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Ginjal

Sayur dan buah seperti seledri, pepaya dan labu kuning adalah makanan yang baik di konsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal. Setiap pagi, jus campuran seledri dan pepaya di anjurkan untuk di minum. Untuk menu makanannya bisa di gunakan bubur beras merah. Sebaiknya mengonsumsi menu ini tanpa lauk pendamping (jika bosan dengan menu ini dapat menggantinya dengan labu kuning yang di kukus matang). Makanan sehat lainnya yang baik untuk ginjal adalah daging, kacang tanah, dan olahan sayur bayam. Sebaiknya kurangi juga mengkonsumsi garam kalau sedang memasak makanan ini. Bahan makanan juga lebih baik di masak dengan cara di kukus ataupun di panggang daripada di goreng. Untuk camilan atau makanan pendamping pisang, almond atau kurma yang sangat cocok untuk kesehatan ginjal. Selama diimbangi olahraga yang cukup dan mengkonsumsi air putih yang banyak, menu di atas akan bekerja dengan maksimal.

2.4 Anatomi Hati Manusia

2.4.1 Hati

Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dan sel non-parenkimal. Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit, menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit.

2.4.2 Fungsi Hati

Fungsi ini dikelompokkan menjadi tiga kategori: 1. Regulasi Hati berfungsi mengatur komposisi darah, terutama jumlah gula, protein, dan lemak yang masuk dalam peredaran darah. Hati juga menyingkirkan bilirubin dari darah untuk kemudian dikeluarkan melalui feses. 2. Metabolisme Hampir semua zat makanan yang diserap melalui usus diproses dalam hati. Selain itu, untuk mengubah zat makanan menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh, hati juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat gizi lain, seperti vitamin A. Di dalam hati juga dihasilkan kolesterol, zat pembeku darah, serta protein khusus dan empedu. 3. Detoksifikasi Organ hatilah yang mendetoksifikasi darah. Hati memisahkan obat-obatan dan bahan kimia atau metabolit yang berpotensi merusak dari aliran darah, lalu mengubahnya, sehingga dapat dikeluarkan ke empedu dan akhirnya lewat feses.

2.5 Jenis Penyakit yang Dapat Menyerang Hati.

a. Hepatitis Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT. Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah : 1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA). 2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB). 3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)

b. Penyakit kuning Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning. Kulit penderita tampak pucat kekuningan, bagian putih bola mata berwarna kekuningan, dan kuku jaripun berwarna kuning. Hal ini terjadi karena di seluruh tubuh terdapat pembuluh darah yang mengangkut darah berwarna kekuningan karena bercampur dengan cairan empedu.

2.6 Pola Makan Yang Berkaitan Dengan Kesehatan Hati

Yang paling penting dari makanan untuk hati sehat adalah kombinasi yang seimbang antara karbohidrat, lemak dan protein. Jika terlalu banyak akan berbahaya bagi tubuh. Makan berlebihan akan meningkatkan beban kerja hati dan mengurangi kapasitasnya untuk dapat berfungsi dengan baik. Mengkonsumsi terlalu banyak kalori, terutama dalam bentuk lemak dan alkohol, akan menyebabkan kelebihan yang disimpan dalam hati, sehingga menyebabkan cedera dan mengganggu fungsi hati. “Setidaknya 40% dari makanan harus terdiri dari buah dan sayuran mentah yang dapat meningkatkan kandungan serat, membantu penyerapan lemak, dan membersihkan usus. Lemak baik, yaitu asam lemak esensial yang terkandung dalam makanan seperti minyak ikan, sangat diperlukan oleh membran di setiap sel tubuh dan menjaga fungsi hati yang baik,” kata Dr Samiran Nundy dari departemen gastroenterologi bedah dan transplantasi hati, Sir Ganga Ram Hospital, New Delhi. Untuk menjaga makanan tetap bersih, pastikan minum air yang sudah direbus dan memakan makanan yang bersih. Batasi asupan alkohol hingga tidak lebih dari dua gelas sehari untuk pria dan satu gelas sehari untuk wanita. Selain itu, banyak minum air, karena juga akan membantu hati dengan menghilangkan racun melalui ginjal. 7 makanan sehat untuk hati :

  Bawang putih Bawang putih membantu mengusir bahan kimia dari tubuh tertentu berbahaya. Bawang putih mengandung senyawa allicin berbasis sulfur untuk membantu proses detoksifikasi.

 Artichoke Artichoke telah ditunjukkan dalam uji klinis untuk meningkatkan aliran empedu 100% selama tiga puluh menit setelah konsumsi. Salah satu pekerjaan dari empedu adalah untuk membuang racun dan mikro-organisme melalui usus.

 Ubi Ubi adalah salah satu makanan terbaik untuk kesehatan hati yang mengandung kalium, fosfor, kalsium, belerang, yodium, tembaga, karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1, B2, B6, niasin dan vitamin P. Ubi menyerap logam berat yang kemudian dapat diekskresikan keluar dari tubuh.

 Lemon Lemon diperas Dalam Air Panas. Sebelum minum apa pun di pagi hari , Anda harus minum lemon segar dalam secangkir air panas. Ini benar-benar akan membantu membersihkan hati dan secara aktif mempromosikan detoksifikasi.

 Sayuran Silangan ( Brokoli Ini Berarti, Kubis, Kecambah dan Kembang kol ) Sayuran ini adalah pendetoks ampuh untuk hati. Karena mereka mengandung bahan aktif yang menetralisir racun berbahaya seperti nitrosamin (ditemukan dalam asap rokok) dan aflatoksin (ditemukan dalam kacang).

 Apel Apel mengandung pektin yang mengikat logam berat dalam tubuh Anda (terutama di usus besar) dan memungkinkan mereka untuk dikeluarkan dari tubuh dengan mudah.

 Buah yang memiliki antioksidan tinggi Buah-buah tersebut adalah prune, kismis, bluberi, stroberi, raspberi, plum, jeruk, anggur, blewah, melon, dan pir. Buah-buah tersebut melindungi hati dari radikal bebas yang berbahaya.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN- SARAN

3.1 Kesimpulan

3.1.1 Ginjal Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter. Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Adapun penyakit yang dapat menyerang ginjal antara lain, Asidosis tubulus renalis, Batu ginjal, Renal cell carcinoma, Pyelonephritis, Gagal ginjal akut, Gagal ginjal kronis, dan Nefritis. Sayur dan buah seperti seledri, pepaya dan labu kuning adalah makanan yang baik di konsumsi untuk menjaga kesehatan ginjal. Makanan sehat lainnya yang baik untuk ginjal adalah daging, kacang tanah, dan olahan sayur bayam. Untuk camilan atau makanan pendamping pisang, almond atau kurma yang sangat cocok untuk kesehatan ginjal. Selama diimbangi olahraga yang cukup dan mengkonsumsi air putih yang banyak, menu di atas akan bekerja dengan maksimal.

3.1.2 Hati

Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Fungsi ini dikelompokkan menjadi tiga kategori antara lain, Regulasi, Metabolisme, Detoksifikasi. Beberapa jenis penyalit yang dapat menyerang hati antara lain:

1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA).

2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB).

3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC).

4. Penyakit kuning disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ke dalam darah dan warna darah menjadi kuning.  Untuk menjaga kesehata hati Adapun yang paling penting dari makanan untuk hati sehat adalah kombinasi yang seimbang antara karbohidrat, lemak dan protein. Jika terlalu banyak akan berbahaya bagi tubuh. Makan berlebihan akan meningkatkan beban kerja hati dan mengurangi kapasitasnya untuk dapat berfungsi dengan baik. Beberapa makanan yang baik untuk hati antara lain, Bawang putih, Artichoke, Ubi, Lemon, Sayuran Silangan ( Brokoli Ini Berarti, Kubis, Kecambah dan Kembang kol ), Apel, Buah yang memiliki antioksidan tinggi.

3.2 Saran-Saran

Ginjal dan hati merupakan organ penting manusia. Oleh karena itu kita juga harus mengetahui bagaimana cara menjaga agar organ yang memiliki peran penting tersebut terhindar dari penyakit – penyakit. Untuk menjaga hati dan ginjal sangat di perlukan pola hidup sehat khususnya pola makan yang sehat. Dengan adanya hal-hal tersebut maka kami menyarankan agar kita lebih memperhatikan kesehatan dalam hal ini kesehatan ginjal dan hati karena, apabila ginjal dan hati mengalami gangguan tentunya akan berpengaruh besar pada organ – organ lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Ginjal

2. http://www.smallcrab.com/kesehatan/604-gangguan-yang-sering-terjadi-pada-sistem-ekskresi

3. http://silky97.wordpress.com/2011/09/04/penyakit-ginjal/

4. http://beritaindonesiainfo.blogspot.com/2012/01/2-tips-jaga-kesehatan-hati-agar-tidak.html

5. http://id.wikipedia.org/wiki/Hati

6. http://prisciltdw.edublogs.org/2011/11/03/makanan-terbaik-untuk-kesehatan-hati/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s