Partisipasi Politik

 

  1. 1.       PENGERTIAN PARTISIPASI POLITIK

( PARTICIPANT  POLITICAL  CULTURE )

 

Partisipasi politik merupakan kegiatan warga negara yang mempunyai perhatian, kesadaran dan minat yang tinggi terhadap politik pemerintah. Dimana Individu dan masyarakatnya mampu memainkan peran politik baik dalam proses input (berupa pemberian dukungan atau tuntutan terhadap sistem politik) maupun dalam proses output (melaksanakan, menilai dan mengkritik terhadap kebijakan dan keputusan politik pemerintah).

 

  1. 2.          BENTUK – BENTUK PARTISIPASI POLITIK

Secara umum, bentuk budaya partisipasi politik dapat dibedakan dalam kegiatan politik yang berbentuk konvensional-legal dan non konvensional-ilegal.

Ф     Konvensional, artinya berdasarkan kesepakatan umum atau kebiasaan yang sudah menjadi tradisi. Legal, artinya sesuai dengan undang - undang atau hukum yang berlaku. Jadi, partisipasi yang konvensional-legal berarti kegiatan politik yang dilaksanakan secara lazim berdasarkan peraturan perundang-undangan atau ketentuan hukum yang berlaku.

Ф     Inkonvensional-ilegal atau partisipasi politik konstitusionall dengan cara kekerasan atau revolusi. Kekurangan politik yang melaksanakan partisipasi politik demikian biasanya tidak pernah mengindahkan etika berpolitik. Mereka lebih menyukai tindakan kekerasan (anarkhis).

ü Perbandingan dari bentuk konvensional dan nonkonvensional

Konvensional

Inkonvensional

- Pemberian suara - berdemonstrasi
- diskusi kelompok - konfrontasi
- Debat publik - mogok
- kegiatan kampanye - tindak kekerasan politik   terhadap harta benda, perusakan, pembakaran
-   membentuk dan bergabung dalam          kelompok kepentingan - tindak kekerasan politik terhadap manusia,   penculikan, pembunuhan
-   komunikasi individual dengan pejabat politik/administrasi -Perang   gerilya/revolusi, terror,pitnah.

 

Berbagai bentuk partisipasi politik dapat dilihat dari berbagai kegiatan warga negara yang mencakup antara lain:

  1. Terbentuknya organisasi-organisasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus sebagai penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara.
  2. Lahirnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosiall maupun pemberi masukan (input) terhadap kebijakan pemerintah.
  3. Pelaksanaan pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara untuk dipilih atau memilih, misalnya berkampanye dan menjadi pemilih aktif.
  4. Munculnya kelompok-kelompok kontemporer yang memberi warna pada sistem input dan output kepada pemerintah, misalnya melalui unjuk rasa dan demonstrasi.

 

  1. 3.          SEBAB – SEBAB TIMBULNYA PARTISIPASI POLITIK

a. Modernisasi

Sejalan dengan berkembangnya industrialisasi, perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa, maka pada sebagian penduduk yang merasakan terjadinya perubahan nasib akan menuntut untuk berperan dalam kekuasaan politik.

 

b. Perubahan – perubahan struktur kelas social

Salahsatu dampak modernisasi, dimana munculnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang semakin meluas, sehingga mereka merasa berkepentingan untuk berpartisipasi secara politis dalam pembuatan keputusan politik.

 

c. Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern

Kaum intelektual ( sarjana, pengarang, wartawan ) melalui ide – idenya kepada masyarakat umum dapat membangkitkan tuntutan akan partisipasi masaa dalam pembuatan keputusan politik. Demikian juga perkembangannya sarana transportasi dan komunikasi modern mampu mempercepat penyebaran ide – ide baru.

 

d. Konflik diantara kelompok – kelompok  pemimpin politik

Para pemimpin politik berkompetisi memperebutkan kekuasaan. Sesungguhnya apa yang mereka lakukan adalah dalam rangka mencari dukungan rakyat. Berbagai upaya yang mereka lakukan untuk memperjuangkan ide – ide partisipasi massa dapat menimbulkan gesekan – gesekan.

 

e. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam uruan sosial, ekonomi dan kebudayaan.

Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa konsekuensinya tindakan – tindakan yang semakin menyusup ke segala segi kehidupan rakyat. Ruang lingkup aktivitas atau ttindakan  pemerintah yang semakin luas mendorong timbulnya tuntutan – tuntutan yang terorganisir untukikut serta dalam pembuatan keputusan politik.

 

4.    FAKTOR – FEKTOR PENDUKUNG PARTISIPASI POLITIK.

 

ü Pendidikan Politik

Pendidikan politik sebenarnya dimaksudkan untuk mewujudkan atau setidak – tidaknya menyiapkan kader  kader yang dapat diandalkan untuk memenuhi harapan masyarakat luas, dalam arti yang benar – benar memahami semangat yang terkandung dalam perjuangan sebagai kader bangsa.

ü Kesadaran Politik

Keadaran politik rakyat tidak hanya dapat diukur dari tingkat partisipasinya pada pemilu (memberikan suara diblik suara atau ikut meramaikan kampanye pemilu) melainkan juga sejauh mana mereka aktif mengawasi atau mengoreksi kebijakan atau perilaku pemerintah di dalam mengambil kebijakan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Inilah yang lazim disebut gerakan ekstraparlementer (gerakan turun kejalan).

ü Budaya Politik

Budaya politikmerupakan perwujudan nilai – nilai politik yang dianut oleh sekelompok asyarakat, bangsa dan negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan – kegiatan politik kenegaraan.

ü Sosialisasi Politik

Usaha untuk memasyarakatkan partisipasi politik kepada seluruh earga masyarakat agar memiliki kesadaran politik yang tinggi terutama akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

15 pemikiran pada “Partisipasi Politik

  1. Kyaaaa ..
    Love it banget :D
    Alhamdulillah tugasnya satu persatu mulai selesai. Makasih ya buat postingannya, karena udah menjadi referensi yang banyak membantu :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s